Tidak Menyapa Bukan Berarti Sombong

Saya harap semua orang yang suka ngatain orang lain sombong BACA INI. Berhenti ngatain orang lain sombong gara-gara gak nyapa lo di jalan!

Hal yang sangat lumrah terjadi dan bahkan seperti sudah menjadi sebuah kebenaran bahwa orang yang gak nyapa waktu ketemu di jalan dicap sebagai orang yang sombong. Padahal bukan kesombongan yang bikin orang gak nyapa waktu ketemu di jalan. Bahkan gak nyapa di jalan dan sombong adalah dua hal yang sama sekali tidak berkaitan.

Ada banyak kemungkinan yang bikin orang gak nyapa di jalan. Bisa jadi dia gak punya bahan obrolan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya apalagi dengan orang yang baru dikenal. Dia bisa menjadi orang yang akan diam seribu bahasa untuk itu. Kalaupun orang lain yang menyapa dia duluan, dia menanggapi seperlunya saja, entah lewat senyum, tawa atau komentar yang singkat. Setidaknya dia masih menanggapi. Hargai itu.

Di satu sisi, ada juga orang yang gak biasa noleh kanan kiri kalau pada saat berjalan. Dia  hanya akan selalu fokus pada tempat yang menjadi tujuannya. kalaupun ada orang di sekitarnya yang kebetulan mengarahkan pandangan ke arahnya pasti dia beri senyuman.

Ada juga orang yang sebenernya pengen nyapa tapi takut gak dibales. Akhirnya dia tidak menyapa. Malu. Sombongkah dia? Tidak. Memang pembawaannya seperti itu.

Haruskah mereka memaksakan diri mereka untuk berlaku seperti kebiasaan kebanyakan orang lain sementara mereka gak punya sifat atau perilaku yang persis sama, hanya untuk menghindari image ‘sombong’ ?

Lain cerita kalau misalnya ada dua orang yang kebetulan berpapasan, mereka sempat saling melihat, salah satu dari mereka menyapa duluan kemudian yang lain buang muka. Nah itu artinya dia memang memiliki etika yang buruk, udah tahu ada orang yang nyapa kok malah dicuekin. Heran.

Kalau begitu, sombong itu apa?

Menurut http://kamusbahasaindonesia.org/sombong, sombong adalah menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah: tabiatnya agak aneh, sebentar — sebentar rendah hati. Sementara menurut Rasulullah SAW berdasarkan HR Muslim dan Tirmidzi, sombong adalah “perbuatan melecehkan orang lain dan menolak kebenaran”.

Sombong adalah keadaan seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri. Memandang dirinya lebih besar dari pada orang lain, Kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabbnya dengan menolak kebenaran dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan ataupun mengesakan-Nya”. (Fathul Bari’ 10/601)

Orang yang sombong adalah orang yang menghargai diri sendiri secara berlebihan, melecehkan orang lain, selalu merasa benar sendiri, menolak kebenaran, dan tidak mau menghargai pendapat orang lain.

Apa yang menyebabkan seseorang menadi orang yang sombong? Di antaranya adalah harta kekayaan, keturunan orang penting, amal atau ibadah, ketampanan atau kecantikan.

Jadi, berhati-hatilah menilai orang lain sombong atau tidak. Dia gak nyapa lo waktu papasan di jalan bukan berarti dia sombong. Berhentilah ngatain orang sombong gara-gara dia gak nyapa lo di jalan!

Orang  yang merasa dirinya tidak sombong justru adalah orang yang sombong. Sebab perasaan itu merupakan perasaan sok bersih, sok jujur, sok alim dan merasa hanya orang lain yang bisa sombong.