Resume Mikroekonomi Sukirno Bab 7 dan 8

 

Bab 7 Teori Tingkah Laku Konsumen : Teori Nilai Guna (Utiliti)

Nilai guna (utiliti) adalah kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengkonsumsi barang-barang. Nilai guna dibedakan menjadi dua yaitu nilai guna total dan nilai guna marjinal. Nilai guna total adalah jumlah keseluruhan kepuasan yang diperoleh dari konsumsi sejumlah barang tertentu. Nilai guna marjinal adalah pertambahan (atau pengurangan) kepuasan sebagai akibat pertambahan (atau pengurangan) penggunaan satu unit barang tertentu.

Tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya atas barang tersebut. Setiap orang akan berusaha untuk memaksimumkan kepuasan yang dapat dinikmatinya. Nilai guna akan mencapai tingkat yang maksimum apabila nilai guna marjinal dari setiap barang adalah sama besarnya.

Syarat pemaksimuman nilai guna :

Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marjinal yang sama besarnya.

Faktor yang menyebabkan permintaan atas suatu barang berubah apabila harga berubah :

  • Efek penggantian

Jika harga suatu barang naik, permintaan barang tersebut akan berkurang. Konsumen akan lebih memilih barang lain yang dapat menggantikan barang yang mengalami kenaikan harga tersebut.

  • Efek pendapatan

Jika pendapatan tidak mengalami perubahan, kenaikan harga akan menyebabkan pendapatan riil semakin sedikit sehingga konsumen akan mengurangi jumlah barang yang dibelinya. Vice versa.

Nilai guna marjinallah yang menentukan apakah suatu barang itu mempunyai harga yang tinggi atau rendah. Contoh nilai guna marjinal air begitu rendah sehingga konsumen baru menggunakan air lebih banyak jika harga air murah. Sedangkan nilai guna berlian begitu tinggi sehingga meskipun harganya mahal, konsumen tetap rela mengeluarkan uangnya demi mendapatkan berlian.

Surplus konsumen adalah perbedaan antara kepuasan yang diperoleh seseorang dalam mengkonsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang dilakukan untuk memperoleh barang tersebut. Surplus konsumen ditunjukkan dalam tabel di bawah ini.

Jumlah konsumsi mangga setiap minggu Harga yang bersedia dibayar konsumen Surplus konsumen jika harga mangga 700/buah Julah surplus konsumen
Mangga pertama 1700 1000 1000
Mangga kedua 1500 800 1800
Mangga ketiga 1300 600 2400
Mangga keempat 1100 400 2800
Mangga kelima 900 200 3000
Mangga keenam 700 0 3000
Mangga ketujuh 500
Mangga kedelapan 300

Konsumen akan membeli enam mangga karena ia akan memperoleh surplus konsumen yang maksimum.

Bab 8 Teori Tingkah Laku Konsumen : Analisis Kurva Kepuasan Sama

Konsumen yang menghadapi beberapa gabungan barang yang memberikan kepuasan yang sama akan bersikap indifference, yaitu sikap tak acuh dalam membuat pilihan. Kurva kepuasan sama adalah kurva yang menggambarkan gabungan barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya.

Tingkat penggantian marjinal adalah besarnya pengorbanan atas konsumsi suatu barang untuk menaikkan konsumsi barang lainnya dengan tetap mempertahankan tingkat kepuasan.

Garis anggaran pengeluaran adalah garis pada kurva yang menunjukkan berbagai gabungan barang-barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan tertentu. Berikut contoh beberapa gabungan makanan dan pakaian yang dapat dibeli dengan pendapatan tertentu.

Gabungan Makanan Pakaian
A 15 0
B 12 2
C 9 4
D 6 6
E 3 8
F 0 10

Garis anggaran pengeluaran akan berubah jika harga dan/atau pendapatan berubah. Seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama. Perubahan pada pendapatan dan harga akan menyebabkan perubahan pada keseimbangan pemaksimuman kepuasan konsumen.